Kamis, 08 November 2012

makalah seni tari


BAB I
PENDAHULUAN
  1. A.         Latar Belakang
Tarian Daerah Indonesia dengan beraneka ragam jenis tarian indonesia seni tari membuat indonesia kaya akan adat  kebudayaan kesenian. Dengan mengenal lebih banyak Tarian adat di seluruh provinsi di indonesia mudah-mudahan membuat kita lebih mencintai negeri kita ini.
Tarian Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman suku bangsa dan budaya Indonesia. Terdapat lebih dari 700 suku bangsa di Indonesia: dapat terlihat dari akar budaya bangsa Austronesia dan Melanesia, dipengaruhi oleh berbagai budaya dari negeri tetangga di Asia bahkan pengaruh barat yang diserap melalui kolonialisasi. Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki berbagai tarian khasnya sendiri; Di Indonesia terdapat lebih dari 3000 tarian asli Indonesia. Tradisi kuno tarian dan drama dilestarikan di berbagai sanggar dan sekolah seni tari yang dilindungi oleh pihak keraton atau akademi seni yang dijalankan pemerintah.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA
  1. A.           Pengertian
Tari tradisional adalah tari yang telah melampaui perjalanan perkembangannya cukup lama, dan senantiasa berfikir pada pola-pola yang telah mentradisi.

  1. B.            Tari Tradisional
Sebelum bersentuhan dengan pengaruh asing, suku bangsa di kepulauan Indonesia sudah mengembangkan seni tarinya tersendiri, hal ini tampak pada berbagai suku bangsa yang bertahan dari pengaruh luar dan memilih hidup sederhana di pedalaman, misalnya di Sumatra (Suku Batak, Nias, Mentawai), di Kalimantan (Dayak, Punan, Iban), di Jawa (Badui), Sulawesi (Toraja, Minahasa), Kepulauan Maluku dan Papua (Dani, Asmat, Amungme).
Banyak ahli antropologi percaya bahwa tarian di Indonesia berawal dari gerakan ritual dan upacara keagamaan. Tarian semacam ini biasanya berawal dari ritual, seperti tari perang, tarian dukun untuk menyembuhkan atau mengusir penyakit, tarian untuk memanggil hujan, dan berbagai jenis tarian yang berkaitan dengan pertanian seperti tari Hudoq suku Dayak. Tarian lain diilhami oleh alam, misalnya Tari Merak dari Jawa Barat. Tarian jenis purba ini biasanya menampilkan gerakan berulang-ulang seperti tari Tor-Tor suku Batak dari Sumatra Utara. Tarian ini juga bermaksud untuk membangkitkan roh atau jiwa yang tersembunyi dalam diri manusia, juga dimaksudkan untuk menenangkan dan menyenangkan roh-roh tersebut. Beberapa tarian melibatkan kondisi mental seperti kesurupan yang dianggap sebagai penyaluran roh ke dalam tubuh penari yang menari dan bergerak di luar kesadarannya. Tari Sanghyang Dedari adalah suci tarian istimewa di Bali, dimana gadis yang belum beranjak dewasa menari dalam kondisi mental tidak sadar yang dipercaya dirasuki roh suci. Tarian ini bermaksud mengusir roh-roh jahat dari sekitar desa. Tari Kuda Lumping dan tari keris juga melibatkan kondisi kesurupan.
Tari tradisional Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman bangsa Indonesia. Beberapa tradisi seni tari seperti ; tarian Bali, tarian Jawa, tarian Sunda, tarian Minangkabau, tarian Palembang, tarian Melayu, taruan Aceh, dan masih banyak lagi adalah seni tari yang berkembang sejak dahulu kala, meskipun demikian tari ini tetap dikembangkan hingga kini. Beberapa tari mungkin telah berusia ratusan tahun, sementara beberapa tari berlanggam tradisional mungkin baru diciptakan kurang dari satu dekade yang lalu. Penciptaan tari dengan koreografi baru, tetapi masih di dalam kerangka disiplin tradisi tari tertentu masih dimungkinkan. Sebagai hasilnya, munculah beberapa tari kreasi baru. Tari kreasi baru ini dapat merupakan penggalian kembali akar-akar budaya yang telah sirna, penafsiran baru, inspirasi atau eksplorasi seni baru atas seni tari tradisional.


1.      C.           Jenis Tari Tradisional
1.      1.             Tari Keraton 
Tari keraton adalah tari yang semula berkembang dikalangan kerajaan dan bangsawan. Tarian di Indonesia mencerminkan sejarah panjang Indonesia. Beberapa keluarga bangsawan; berbagai istana dan keraton yang hingga kini masih bertahan di berbagai bagian Indonesia menjadi benteng pelindung dan pelestari budaya istana. Perbedaan paling jelas antara tarian istana dengan tarian rakyat tampak dalam tradisi tari Jawa. Strata masyarakat Jawa yang berlapis-lapis dan bertingkat tercermin dalam budayanya. Jika golongan bangsawan kelas atas lebih memperhatikan pada kehalusan, unsur spiritual, keluhuran, dan keadiluhungan. Masyarakat kebanyakan lebih memperhatikan unsur hiburan dan sosial dari tarian. Sebagai akibatnya tarian istana lebih ketat dan memiliki seperangkat aturan dan disiplin yang dipertahankan dari generasi ke generasi, sementara tari rakyat lebih bebas, dan terbuka atas berbagai pengaruh.
Perlindungan kerajaan atas seni dan budaya istana umumnya digalakkan oleh pranata kerajaan sebagai penjaga dan pelindung tradisi mereka. Misalnya para Sultan dan Sunan dari Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta terkenal sebagai pencipta berbagai tarian keraton lengkap dengan komposisi gamelan pengiring tarian tersebut. Tarian istana juga terdapat dalam tradisi istana Bali dan Melayu. Seperti di Jawa juga menekankan pada kehalusan, keagungan dan gengsi. Tarian Istana Sumatra seperti bekas Kesultanan Aceh, Kesultanan Deli di Sumatra Utara, Kesultanan Melayu Riau, dan Kesultanan Palembang di Sumatra Selatan lebih dipengaruhi budaya Islam, sementara Jawa dan Bali lebih kental akan warisan budaya Hindu-Buddhanya.
  1. 2.             Tari Rakyat 
Tari Rakyat merupakan tari yang hidup dan berkembang dikalangan rakyat. Tarian Indonesia menunjukkan kompleksitas sosial dan pelapisan tingkatan sosial dari masyarakyatnya, yang juga menunjukkan kelas sosial dan derajat kehalusannya. Berdasarkan pelindung dan pendukungya, tari tradisional adalah tari yang dikembangkan dan didukung oleh rakyat kebanyakan, baik di pedesaan maupun di perkotaan.
Dibandingkan dengan tari istana (keraton) yang dikembangkan dan dilindungi oleh pihak istana. Tari rakyat Indonesia relatif lebih bebas dari aturan yang ketat dan disiplin tertentu, meskipun demikian beberapa langgam gerakan atau sikap tubuh yang khas seringkali tetap dipertahankan. Tari rakyat lebih memperhatikan fungsi hiburan dan sosial pergaulannya daropada fungsi ritual.
Tari Ronggeng dan tari Jaipongan suku Sunda adalah contoh yang baik mengenai tradisi tari rakyat. Keduanya adalah tari pergaulan yang lebih bersifat hiburan. Seringkali tarian ini menampilkan gerakan yang dianggap kurang pantas jika ditinjau dari sudut pandang tari istana, akibatnya tari rakyat ini seringkali disalahartikan terlalu erotis atau terlalu kasar dalam standar istana. Meskipun demikian tarian ini tetap berkembang subur dalam tradisi rakyat Indonesia karena didukung oleh masyarakatnya. Beberapa tari rakyat tradisional telah dikembangkan menjadi tarian massal dengan gerakan sederhana yang tersusun rapi, seperti tari Poco-poco dari Minahasa Sulawesi Utara, dan tari Sajojo dari Papua.



  1. D.           Tari Tradisional di Nusantara
Berikut ini beberapa contoh nama-nama tari Tradisional di seluruh Indonesia.
  1. Tarian Daerah Provinsi Bali
    1. Tari Kecak
    2. Tari Legong
    3. Tari Barongan
    4. Tari Pendet
  2. Tarian Daerah Banten
    1. Tari Prajurit
  3. Tarian Daerah Provinsi Bengkulu
    1. Tari Andun
    2. Tari Bidadari Terminang Anak
    3. Tari Ganau
  4. Tarian Daerah Provinsi DI Aceh
    1. Tari Saman
    2. Tari Seudati
  5. Tarian Daerah Propinsi DI Yogyakarta
    1. Tari Bedaya Pangkur
    2. Tari Serimpi
  6. Tarian Daerah Gorontalo
    1. Tari Dana-Dana
  7. Tarian Daerah DKI Jakarta
    1. Tari Betawi
    2. Tari Yapong
  8. Tarian Daerah Jambi
    1. Tari Sekapur Sirih
    2. Tari Selampir Delapan
  9. Tarian Daerah Provinsi Jawa Barat
    1. Tari Jaipong
    2. Tari Topeng
  10. Tarian Daerah Provinsi Jawa Tengah
    1. Tari Bambang Cakil
    2. Tari Sintren
  11. Tarian Daerah Provinsi Jawa Timur
    1. Tari Gandrung Banyuwangi
    2. Tari Remo
    3. Tari Reog Ponorogo
  12. Tarian Daerah Provinsi Kalimantan Barat
    1. Tari Monong
    2. Tari Zapin
  13. Tarian Daerah Provinsi Kalimantan Selatan
    1. Tari Babujugan
    2. Tari Radap Rahayu
  14. Tarian Daerah Provinsi Kalimantan Tengah
    1. Tari Dadas dan Bawo
    2. Tari Giring-Giring
  15. Tarian Daerah Provinsi Kalimantan Timur
    1. Tari Gong
  16. Tarian Daerah Kepulauan Riau
    1. Tari Tandak,
    2. Tori Joged Lambak
  17. Tarian Daerah Propinsi Lampung
    1. Tari Bedana
    2. Tari Jangget
    3. Tari Malinting
  18. Tarian Daerah Propinsi Maluku
    1. Tari Cakalele
    2. Tari Lenso
    3. Tari Nahar Iaa
    4. Tari Perang
    5. Tari Tidetide
  19. Tarian Daerah Propinsi Nusa Tenggara Barat
    1. Tari Batu Nganga
    2. Tari Mpaa Lenggogo
  20. Tarian Daerah Propinsi Nusa Tenggara Timur
    1. Tari Gareng Lameng
    2. Tari Perang
  21. Tarian Daerah Propinsi Papua
    1. Tari Musyoh
    2. Tari Selamat Datang
    3. Tari Sojojo Papua
    4. Tari Papua
    5. Tari Perang
    6. Tari Suanggi
  22. Tarian Daerah Propinsi Sulawesi Selatan
    1. Tari Bosara
    2. Tari Kipas
    3. Tari Pakarena
  23. Tarian Daerah Propinsi Sulawesi Tengah
    1. Tari patuddu
    2. Tari Dero Poso
    3. Tari Lumense
    4. Tari Pamonte
    5. Tari Peule Cinde
    6. Tari Torompio
  24. Tarian Daerah Propinsi Sulawesi Tenggara
    1. Tari Balumpa
    2. Tari Dinggu
    3. Tari Lumense
    4. Tari Manguru
  25. Tarian Daerah Propinsi Sulawesi Utara
    1. Tari Katrili
    2. Tari Maengket
    3. Tari Polo-Palo
  26. Tarian Daerah Propinsi Sumatra Barat
    1. Tari Lilin
    2. Tari Payung
    3. Tari Piring
  27. Tarian Daerah Propinsi Sumatra Selatan
    1. Tari Gending Sriwijaya
    2. Tari Putri Bekhusek
    3. Tari Tanggai
  28. Tarian Daerah Propinsi Sumatra Utara
    1. Tari Serampang Dua Belas
    2. Tari Tor Tor



BAB III
SIMPULAN DAN SARAN
  1. A.           SIMPULAN
  2. Tari tradisional adalah tari yang telah melampaui perjalanan perkembangannya cukup lama, dan senantiasa berfikir pada pola-pola yang telah mentradisi.
  3. Para ahli antropologi percaya bahwa tarian di Indonesia berawal dari gerakan ritual dan upacara keagamaan dan juga alam.
  4. Jenis Tari Tradisional ada dua :
a)      Tari keraton adalah tari yang semula berkembang dikalangan kerajaan dan bangsawan.
b)      Tari Rakyat merupakan tari yang hidup dan berkembang dikalangan rakyat.
  1. Setiap daerah provinsi di Indonesia masing-masing memiliki tarian tradisional.



  1. B.            SARAN
Tari Tradisional belum tentu bernilsi klasik, sebab tari klasik selain mempunyai ciri tradisional harus pula memiliki nilai artistik yang tinggi.
Dengan mengenal lebih banyak Tarian adat di seluruh provinsi di indonesia mudah-mudahan membuat kita lebih mencintai negeri kita ini.
Sekolah seni tertentu di Indonesia seperti Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) di Bandung, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) di Jakarta, Institut Seni Indonesia (ISI) yang tersebar di Denpasar, Yogyakarta, dan Surakarta kesemuanya mendukung dan menggalakkan siswanya untuk mengeksplorasi dan mengembangkan seni tari tradisional di Indonesia. Beberapa festival tertentu seperti Festival Kesenian Bali dikenal sebagai ajang ternama bagi seniman tari Bali untuk menampilkan tari kreasi baru karya mereka.




DAFTAR PUSTAKA
Kayam Umar. (1981). Seni Tradisi Masyarakat. Jakarta ; Sinar Harapan.
Wibowo, Fred. (1981). Mengenal Tari Klasik Gaya Yogyakarta. Yogyakarta ; Liberty.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar